Pengagum Rahasia (pt.1)

Karya : Arifin Rizka
 
Cerita ini kupersembahkan untuk kalian para wanita yang mudah BAPER, hehe. Walaupun aku sampai sekarang masih menjadi Pengagum rahasianya, tetap saja ada penyesalan dalam diriku, karena sudah terlanjur menjadi Pengagum rahasianya.
Panggil saja aku Michele. Aku berumur 20tahun, yang sedang mengemban status sebagai seorang Mahasiswi sekaligus sebagai seorang Aktivis di salah satu Organisasi di luar kampusku.
Siang itu, dimana awal dari segala alasan atas kejadian yang paling layak untuk dihindari.  Kejadian yang mampu membuat pribadi menjadi risau, pilu dan girang dalam waktu bersamaan. Kalau kata anak zaman sekarang sih “moody” –an  ya?
Ya, apalagi kalau bukan Cinta ? . Benar, pada saat itu aku sedang mengalami perasaan jatuh cinta bahkan sampai sekarang pun.
Tiba hari itu...
-Flashback-
Ddrrtt..ddrtt..
“ Oh ada telfon? “ Ucapku seraya menatap tulisan di layar handphone ku.
Ternyata bukan toh..’
From : AKTIVIS xxxx
‘Hello, Michele? Kamu lagi dikampus kan? Tolong ya kamu temuin dulu ini Kak Neki, katanya mau berkunjung ke UKM kita. Semua persiapan kuserahkan padamu.. :) ‘
Hening.
“HAH!? DI-DIA MAU DATANG!? SERIUSS!?” Teriakku panik ketika membaca pesan yang tertera di handphoneku. Untung saja Kampus lagi sepi- sepinya.
Gimana gak panik, yang datang ini bukan orang sembarangan, dia SEKJEND Himpunan Kemahasiswaan dari Universitas terkenal di Kotaku. Apalagi sekarang Ketua UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa) ku sedang dinas luar.
‘Ck, Sial!’
Aku mulai mencari kontak nya dan mengetikkan pesan kepadanya
To : NEKI SEKJEN
‘ Permisi kak, itu katanya Ketua UKM saya, kaka mau berkunjung ke UKM kami ya? Apa benar? Kalau sudah ingin menuju perjalanan kesini bisa kaka beritahu saya? Terimakasih’
SEND.
Aku langsung berlari ke Kafetaria terdekat untuk membeli beberapa minuman botolan.
Selang beberapa menit kemudian.
From: NEKI SEKJEN
‘ Aku sudah sampai dan ini posisi sudah di parkiran. Kamu dimana?’
mati aku!!’
Aku langsung berlari kearah parkiran, dengan membawa beberapa minuman yang telah kubeli. Sesampainya diparkiran, aku melihat dari gerbang masuk parkiran ada sesosok lelaki berdiri menghadapku, sambil menatap layar kecil yang berada di genggamannya.
“KAK NEKI!” Teriakku mengagetkannya.
Ia pun menghampiriku, ketika aku  mencoba menghampirinya.
“ Kak neki sudah lama disini? Ehmm..- Maafkan aku sudah membuatmu lama menunggu”
“Enggak kok, aku baru aja nyampe” Katanya seraya tersenyum manis kepadaku.
ternyata dia baik dan ramah, tidak sesuai dugaanku dari awal’
“Jadi, mau ngobrol dimana?” Ucapnya.
“ Sekret UKM kami lagi ditempatin sama anak UKM lain, jadinya rame. Kita ngomong disaung deket taman aja yaa, kebetulan disana juga ada kolam ikan dan agak sepi juga..”
“Ciyee, sepi.” Celetuknya dengan nada gombalnya.
Aku langsung menoleh kearahnya gimana tidak? Heran saja. Padahal kan kami baru pertama kali bertemu , seketika itu juga dia menoleh kearahku.
Hening.
...
“Ekhem..” gumam kami salah tingkah satu sama lain.
“Bagus juga yah.. Tempatnya”
“Gak sepi- sepi amat kan? Setidaknya masih bisa dijangkau penglihatan manusia” ucapku sambil mendudukkan tubuhku pas disampingnya. Kulirik sekilas dia yang menahan tawanya karena perkataanku tadi. Entah apa yang membuatku bertahan untuk terus menatapnya.
Ada yang aneh.. Kenapa aku jadi seperti ini?’ batinku sembari terpana melihatnya. Aku pun membalikkan wajah ku kesembarang arah. Takut saja jika dia curiga dengan tingkah ku yang bahkan aku tidak mengetahui kenapa aku bertingkah seperti ini.
“Jadi, Michele? Bagaimana Perkembangan UKM mu?”
“ Baik kok kak, kami sedang growing up buat menghidupkan UKM kami.”
Percakapan berlangsung selama beberapa jam, dan akhirnya Ia memutuskan untuk beranjak dari duduknya seraya berkata “ Besok kamu datang forum kan?”
“ emmm, dateng kok nanti.. Doakan saja”
“ Aku tunggu” senyumnya padaku. “Eh, kamu gak pulang? Apa mau kuantar?”
“Eng-enggak perlu kak, aku bisa jalan kaki, lagipula kost-an ku deket sama Kampus” ucapku seraya berjalan bersamanya menuju parkiran.
“Hmm, gitu yaa” ucapnya sambil menganggukkan kepala. Ia pun merogoh sesuatu dari tasnya dan mengeluarkan. “Nih! Kapan- kapan kita bedah buku ini bareng- bareng” seraya dia menyodorkan sebuah buku berjudul Islam Sontoloyo, karya Ir.Soekarno.
“ Eh, I-Iya.. Terimakasih kak”. Kuambil buku itu dari tangannya.
Tidak sengaja mata kami bertemu satu sama lain. Saling menatap dalam waktu yang lumayan lama.
Deg, deg, deg.
Lagi. Sensasi ini muncul lagi. Sebenarnya ini kenapa?’
“A-Anuu.. kak. Kalo udah selesai ngebaca ngembaliin nya gimana dong?”
“Ambil aja. Itu untukmu. Tapi maaf, itu sudah termasuk buku lama jadi cetakannya agak buram”
“Ga-Gak Masalah kok.. Aku suka”
“Aku juga..”
Deg. Ah, ternyata aku terperangkap dalam hal yang paling kuhindari’
End of Flashback.
KENYATAANNYA
Hari dimana Forum tiba, aku melihat bagaimana sebenarnya sosok Kak Neki. Aku bodoh,  Seketika aku tersadar bahwa ternyata bukan hanya aku yang diperlakukannya selembut dan seperhatian itu. Semua wanita diperlakukannya sama menurutku.
Tapi nasi telah menjadi bubur. Aku sudah terlanjur jatuh kepadanya. Aku sudah terlanjur melihat kebaikan yang ada didalam dirinya. Aku sudah terlanjur menciptakan doktrin dalam pemikiranku bahwa Kak Neki itu berbeda dari yang lain. Menurutku, Ia adalah seseorang  yang memiliki kepribadian yang unik, tegas, namun lembut secara bersamaan, dimana aku mengira bahwa kelembutan itu hanya ditujukan untuk wanita yang menurutnya spesial. ‘Sayang sungguh disayangkan. Aku begitu Naif. Aku mengira dirikulah yang spesial untuknya.’
‘Aku tau sakitnya menjadi Pengagum rahasia seperti apa! Ya, Pengagum rahasia itu sama dengan “Cinta bertepuk sebelah tangan”. Dimana aku mencintainya tanpa harus membangun komitmen apapun dengannya. Entah itu komitmen tentang hubungan, balasan atas perasaan yang aku miliki untuknya, ataupun respond darinya, dan aku juga tidak bisa memaksanya untuk menjadi milikku. Bahkan aku pun tidak ada hak untuk cemburu apalagi marah ketika melihatnya sangat dekat dengan wanita lain. Itu semua sudah menjadi resiko yang kuhadapi sebagai Pengagum rahasianya. Itulah yang aku rasakan sekarang, sebagai Pengagum rahasia. Sederhana saja kenapa aku menjadi Pengagum rahasianya. Kenapa jadi sesederhana itu aku jatuh hati padanya? Karena hakikatnya wanita adalah makhluk yang mudah BAPER.’
            Pada akhirnya, aku hanya bisa memendam perasaan itu selamanya dan akan berakhir dengan mengemban status sebagai Pengagum Rahasia. Seketika terlintas di benakku atas perkataan nya Bung Sapardi Djoko yang berkata “Cinta itu sederhana” . Benar, itu benar sekali. Cinta itu sederhana.
‘Terimakasih karenamu aku belajar membuka hati untuk saling memberi arti. Karenamu juga, aku belajar berbesar hati untuk melihat perasaanmu mati’

-TAMAT-

Komentar